Cegah Stunting, Pemkot Bandar Lampung Bagikan Telur untuk 1.080 Keluarga Berisiko

ANDALAS|Bandarlampung|Ekonomi|10062026

—- Pemerintah Kota Bandar Lampung menggulirkan program bantuan telur gratis bagi keluarga berisiko stunting sebagai upaya memperkuat pemenuhan gizi anak dan menekan angka stunting di daerah setempat.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, yang menegaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang menjadi salah satu langkah penting dalam pencegahan dan penurunan stunting.

“Ini adalah salah satu upaya pencegahan dan penurunan stunting yang dapat dilakukan melalui pemenuhan gizi seimbang, khususnya bagi keluarga yang berisiko stunting,” ujar Eva Dwiana, Selasa, 9 Juni 2026.

Menurutnya, telur dipilih karena merupakan sumber protein hewani yang mudah diperoleh masyarakat dengan kandungan gizi yang lengkap. Selain protein, telur juga mengandung asam amino, vitamin, dan berbagai mineral penting yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Karena itu, Pemkot Bandar Lampung mengalokasikan bantuan telur gratis sebagai tambahan pemenuhan gizi bagi masyarakat yang masuk kategori keluarga berisiko stunting.

Sasaran program ini adalah keluarga yang memiliki balita dan masuk dalam kategori Keluarga Berisiko Stunting (KRS). Data penerima diusulkan oleh kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), mengacu pada data KRS dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Lampung serta diketahui oleh lurah setempat. Data tersebut kemudian disesuaikan dengan data keluarga desil 1 hingga 3 dari Dinas Sosial.

“Sebanyak 1.080 keluarga di Kota Bandar Lampung ditetapkan sebagai penerima manfaat program ini,” jelasnya.

Setiap keluarga akan menerima bantuan dua butir telur per hari yang didistribusikan setiap bulan selama tiga bulan, mulai Juni hingga Agustus 2026.

Pemkot Bandar Lampung berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian anak pada keluarga berisiko stunting. Konsumsi dua butir telur per hari dinilai mampu memenuhi kebutuhan protein harian dan menjadi salah satu rekomendasi dalam program perbaikan gizi masyarakat. (***)

Tinggalkan Balasan

2