ANDALAS|Bandarlampung|Humaniora|12072026
— Ada tiga kasus kebakaran hutan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Bandarlampung hingga pertengahan bulan Juli 2026 yang dicatat oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung.
Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 23 kejadian kebakaran lahan.
Ini disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan belum lama ini.
Dia mengatakan terdapat enam kecamatan yang masuk kategori daerah rawan kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.
“Untuk daerah rawan karhutla berada di Kecamatan Sukabumi, Panjang, Kedamaian, Kemiling, Telukbetung Timur, dan Telukbetung Barat,” kata Anthoni,”
Dalam Menghadapi potensi meningkatnya kebakaran lahan pada musim kemarau tersebut Damkarmat Kota Bandar Lampung telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.
Kemudian Anthoni menjelaskan, pihaknya secara rutin melakukan patroli di wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran lahan untuk mendeteksi dini munculnya titik api.
Selain itu, seluruh personel, armada, dan peralatan pemadam juga dipastikan selalu dalam kondisi siap operasional.
“Dalam mengatasi karhutla, kami melakukan patroli di daerah rawan, menyiapkan peralatan pemadaman, serta memastikan seluruh petugas, peralatan, dan armada selalu siap dioperasikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila ditemukan titik api, petugas akan bergerak cepat melakukan pemadaman agar api tidak meluas dan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Damkarmat Kota Bandar Lampung juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membuang puntung rokok sembarangan di area yang berpotensi memicu kebakaran, terutama selama musim kemarau. (*)
