ANDALAS|Bandarlampung|Ekonomi|14072026
—– Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Harapan Makmur di Kampung Bayur, Kelurahan Rajabasa Jaya, Kota Bandar Lampung mulai beralih memanfaatkan Pupuk Organik Cair (POC).
Langkah ini menyusul adanya bantuan stimulan berupa POC dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung guna menekan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang harganya kian melambung.
Petani yang juga pengurus Gapoktan Harapan Makmur, Nurdin, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima bantuan sebanyak 10 drum POC dari Pemprov Lampung.
“Bantuan tersebut kemudian didistribusikan secara merata kepada kelompok tani (poktan) di bawah naungannya,” kata petani Nurdin yang juga pengurus Gapoktan Harapan Makmur, Selasa (7/7/2026).
Ia mengatakan, dari 10 drum bantuan tersebut dibagikan satu drum per kelompok.
“Di sini ada 6 kelompok tani yang aktif. Jadi masing-masing poktan mendapatkan jatah satu drum atau sekitar 200 liter untuk kebutuhan satu musim tanam,” kata Nurdin.
Nurdin menjelaskan, POC yang diterima tidak serta-merta langsung disemprotkan ke tanaman.
Petani harus melakukan proses fermentasi lanjutan terlebih dahulu menggunakan bahan baku tambahan untuk mengaktifkan mikroorganisme di dalamnya.
”Biang POC plus dan macam-macamnya sudah dipersiapkan. Kami tinggal menyiapkan bahan campuran seperti air kelapa dan air kedelai,” ujar Nurdin.
Bahan tersebut semua dimasukkan ke dalam drum, lalu diberi aerator selama dua minggu. Setelah proses itu selesai, baru siap diaplikasikan dengan cara disemprot.
Penggunaan POC ini terbilang baru bagi petani di Kampung Bayur. Menurut Nurdin, uji coba di lapangan sebenarnya sudah dimulai sejak Januari lalu di pertengahan masa tanam.
”Kalau untuk hasil panen secara keseluruhan belum bisa kita simpulkan secara mutlak karena ini kan baru selesai panen dan baru pertama kali diaplikasikan. Tapi kami optimis hasilnya bagus,” tukas Nurdin.
Kehadiran POC gratis dari pemerintah ini dinilai menjadi angin segar bagi para petani di tengah mahalnya harga pupuk nonsubsidi di pasaran.
Nurdin menegaskan, POC ini diberikan kepada seluruh anggota kelompok tani secara cuma-cuma alias gratis.
Petani meskipun mulai beralih ke organik tapi para petani tidak langsung meninggalkan pupuk kimia sepenuhnya (*)
